AMBON, KOMPAS.com - Wartawan Tabloid Pelangi, Alfrets Mirulewan (28), yang ditemukan tewas di perairan di dekat Dermaga Pantai Nama, Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, sempat cekcok dengan petugas kesatuan penjaga laut dan pantai (KPLP) di Kisar.
Kepala Kepolisian Resor Maluku Tenggara Barat Aris Budiarsa yang dihubungi dari Ambon, Minggu (19/12/2010), mengatakan hal ini berdasarkan penyelidikan terhadap hasil percakapan Alfrets di telepon genggam Alfrets. Petugas KPLP itu sudah diperiksa oleh polisi.
Namun adu mulut karena masalah apa, Aris tidak menyebutkannya. Dia hanya menyebutkan kalau petugas KPLP tersebut mengatakan saat itu Alfrets dalam kondisi mabuk.
"Saya tidak ingin berprasangka buruk setelah melihat kondisi Alfrets tersebut. Oleh karena itu, saya masih terus melakukan penyelidikan untuk ungkap kematian Alfrets," tambahnya. Hingga kemarin, Kepolisian Sektor Pulau-pulau Terselatan di Pulau Kisar telah memeriksa 17 orang.
Namun Leksi Kikilay, teman Alfrets yang sempat bersama Alfrets pada Rabu (15/12/2010) dini hari atau sebelum Alfrets menghilang, tidak melihat Alfrets dalam kondisi mabuk. "Tidak betul kalau Alfrets dikatakan mabuk," tegasnya.
Seperti diberitakan, Alfrets sudah menghilang sejak hari Rabu (15/12/2010). Leksi adalah orang terakhir yang menemui Alfrets pada Rabu dinihari. Alfrets lalu ditemukan sudah tewas dalam kondisi terapung di perairan, di dekat Dermaga Pantai Nama, Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, sekitar pukul 03.00 WIT, Jumat (17/12/2010).
Alfrets meninggalkan seorang istri bernama Linda Sarak dan seorang anak yang masih berusia sembilan bulan, Greani Mirulewan. Menurut Leksi Kikilay, teman korban, sebelum Alfrets menghilang pada Rabu (15/12/2010), Alfrets sempat mengikuti bongkar muat bahan bakar di Dermaga Pantai Nama dan mengikuti pendistribusian bahan bakar itu.